Sofyan S Harahap
FE Universitas Trisakti
Sistem Keuangan di Amerika saat ini berada dipersimpangann jalan. Keadaan ini tidak lepas dari krisis keuangan 2008 yang dipicu oleh sistem perbankan terutama akibhat supprime mortgage, yang menimbulkan berbagai intervensi pemerintah melalui bail out, suntikan modal, swap, penutupan, akuisisi, dan memberikan stimulus untuk mendorong ekonomi yang stagnan atau terkontraksi. Sejauh ini kebijakan yang ditempuh Presiden Barack Obama baru pada tahap memberikan “panadol” dalam memprbaiki secara jangka pendek system keuangan dan perbankannya.
Namun dalam berbagai pidato yang beliau sampaikan tercetus suatu pemikiran besar unuk melalukan overhaul sistem keuangan Kapitalis yang bermuara pada: menghurangi size dari sistem dan institusi keuangan; melakukan penagwasan yang lebih ketat pada produk produk keuangan yang riskan, membentuk lembaga pengawasan atas berbagai transaksi keuangan yang riskan; menata ulang produk produk yang menimbulkan risiko besar terhadap stabiltas sistem keuangan, dan menata ulang sistem pasar uang dan modal dengan tujuan untuk mengurangi size, transaksi dan volumenya. Dari mana ide ini berasal dan apa dampaknya terhadap system keuangan kapitalis?
Mari kita kaji siapa dibalik gagasan besar ini. Ternyata ada Paul Adolph Volkcer seorang alumni Princeton yang merupakan arsitek sistem keuangan Amerika pada periode 1979-1987 sewaktu beliau menjadi Gubernur Federal Reserve Bank dan jabatan public lainnya disektor keuangan ini. Peranannya sangat strategis waktu itu karena sistuasi system keuangan Amerika yang dilanda depresi da inflasi sampai 21,5% dan pengannguran sampai menapai 10,7%. Beliau juga yang berada dibalik kebijakan Presdien Nixon untuk memutuskan secara sepihak kaitan antara Dollar dan Emas dengan membatalkan perjanjian internasional Bretton Woods pada tahun 1974. Sejak perceraian Emas dan Dollar maka pengeluaran pemerintah Amerika menjadi tidak terkontrol dan sampai saat ini menjadi momok ekonomi Amerika dan dunia karena jumlah deficit anggarannya sudah sangat mengkhawatirkan karena sudah melebihi US $ 1 trilyun. Apakah dengan tuerunnya kembali paul Volkcer menata ulang system keuangan Amerika sesuai dengan keinginan para pelaku pasar?
Mari kita lihat ide ide besar Volkcer dalam upaya menata ulang sistem keuangan Amerika. Pertama: menata ulang peran Pasar Modal. Ia ingin mengurangi perran pasr modal ini karena selama ini pasar uang dan modal telah memberikan kontribusi 40% dari profit ekonomi Amerika tetapi sumbangannya terhadap pertumbuhan ekonomi sangat rendah. Ia menilai pasar uang dan mdal ini dysfunctional atau merusak system keuangan karena selalu bergantung pada pemerintah pada saat collapse. Ada saat jaya jayanya tidak memberikan sumbangan terhadap ekonomi nasional. Kedua: Sistem inti adalah Bank Komersil dan saya ingin menjauhkan bank komersil dari kegiatan spekulasi seperti hedge funds, equiy funds, perdagangan komoditi dan derivative. Semua transaksi ini menurut beliau adalah bukan inti tetapi bersifat spekulasi yang tidak boleh (haram) dilakukan bank komersil. Ketiga: Memutuskan Proteksi: Beberapa transaksi selama ini di pasar modal dan di sector perbankan mendapat proteksi dari pemerintah karena takut “too big too fail” karenanya dia tidak akan melakukan proteksi terhadap produk yang risiko tinggi seperti yang disebut diatas. Biarkan mereka bermain dan mereka yang menanggung risikonya jangan dialihkan ke publik. Keempat: Melarang sistem kompensasi Eksekutif yang rentan dengan manipulasi laporan akuntansi. Kompensasi eksekutif tidak boleh tergantung pada dasar yang bisa dimanipulasi untuk kepentingan besaran kompensasi atau bonus. Kelima: Meningkatkan supervise dan pembatasan di sector keuangan.
Muara dari semua kebijakan ini adalah bahwa sistem keuangan Amerika saat ini berada dipersimpangan jalan. Sejauh ini sistem keuangannya sudah terlalu bebas dikendalikan oleh pemburu rente ekonomi secara tidak halal (dysfunctional) dengan berbagai rekayasa keuangan yang merugikan ekonomi. Kegiatan kegiatan spekulatif yang ribawi telah mendominasi otak fikiran briliyan mereka tetapi sayangnya keuntungannnya hanya untuk memuaksan diri mereka dan tidak banyak memberikan dampak pada ekonomi nasional apalagi kesejahteraan rakyat. Yang terjadi adalah pada saat system keuangn terganggu, lembaga bisnis mereka collapse maka mereka meninggalkan bekas bekas bom ekonomi yang diharapkannya dibantu oleh pemerintah. Sehingga sistem keuangan Amerika dipelesetkan menjadi menganut “sistem kapitalis” pada saat booming dan mengunakan “sistem sosialis” pada saat bangkrut. Suatu ketidakadilan yang nyata yang melanda ekonomi dunia yang mempengaruhi sistem keuangan internasional.
Bagaimana reaksi pelaku pasar keuangan terhadap ide Volkcer ini? Ide ini sudah pasti ditentang keras oleh pelaku pasar selama ini yang telah banyak menikmati keuntungan besar di pasr uang dn modal. Suara penolakan datang dari World Economic Forum yang baru baru ini diselenggarakan di Davos Swiss. Mereka menilai ide Volkcer ini akan merusak pertumbuhan ekonomi dan menambah pengangguran dan akan membayahakan kreatifitas dan kebebasan yang selama ini dijamin UU dan sistem ekonomi. Pasar uang dam modal akan menjadi pasar terbatas, ter kerangkeng oleh restriksi dan ketentuan ketentuan lain yang merupakan bagian dari pengawasan ketat oleh lembaga supervise.
Bagaimana kita melihat fenomena ini dari sudut ekonomi keuangan syariah yang saat ini mulai menjadi perbincangan di IMF dan skala internasional lainnya. Apa yang direncanakan Presiden Obama dan dijelaskan Paul Volcker seorang tokoh fenomenal dan memiliki integritas yang kuat, sederhana, tanggungjawab public yang besar, dan orang yang sangat disegani di Amerika karena berhasil menyelamatkan ekonomi Amerika decade 19801n dengan meredesain dan merestruktur sistem keuangan Amerika dulu dan sekarang, sebenarnya menuju pendulum lain yang digariskan oleh sistem ekonomi syariah. Sistem keuangan syariah tidak menginginkan pertumbuhan ekonomi palsu, apalagi pertumbuhan yang hanya dinikmati orang seorang dengan kepandaian manipulasi dan spkekulasi yang dilegitimasi oleh system yang didesai pelakunya. Sistem keuangn syariah tidak bisa bermain main dengan transaksi beresiko tinggi yang diambil oeh seseorang kalau beruntung dinikmatinya tetapi kalau rugi di “bail out” oleh orang lain atau rakyat. Sistem keuangn syriah harus sejalan dengan prinsip kesamaan, kebersamaan, kedilan dan kepentingan kemajuan dan kesejahteraan bersama. Sistem keuangan Syriah tidak boleh mengandung sedikitpun hal hal yang merusak keadilan dan kerusakan yang lebih besar. Pelaksanaan sistem ini harus dikontrol dan diawasi secara ketat oleh suatu lembaga yang memiliki integritas dan mampu menjamin bahwa semua aturan yang mejamin terlaksananya tujuan syariah yaitu “kesejahteraan ummat” harus terjamin.
















