Sistem Kapitalis dan Konvensional Gagal Tumbuhkan Ekonomi yang Makmur dan Merata

P.Sidimpuan, (Analisa) Sistem ekonomi kapitalis yang selama ini diyakini mampu mengatasi berbag...

Selamat Datang Presiden Barack Hussein Obama Apa yang bisa di ajukan SBY?

Sofyan S Harahap FE Universitas Trisakti Dalam majalah Forbes terbitan terakhir yang memuat daf...

Robert J Barbera: Perlunya Paradigma Baru dalam mengelola ekonomi

Sofyan S Harahap FE Universitas Trisakti Sebenarnya sudah banyak ahli yang menyampaikan pesan r...

Relevansi figur kepemimpinan Obama

Oleh: Sofyan S. Harahap Partai Republik menang telak atas Partai Demokrat dengan menyapu kurs...

Rekrutmen Pimpinan ala Demokrasi

Banyak sistem sosial yang kita anut sekarang ini diambil dari praktik zaman sebelum Masehi (BC...

  • Sistem Kapitalis dan Konvensional Gagal Tumbuhkan Ekonomi yang Makmur dan Merata

    Saturday, 26 March 2011 09:09
  • Selamat Datang Presiden Barack Hussein Obama Apa yang bisa di ajukan SBY?

    Saturday, 26 March 2011 09:12
  • Robert J Barbera: Perlunya Paradigma Baru dalam mengelola ekonomi

    Saturday, 26 March 2011 09:14
  • Relevansi figur kepemimpinan Obama

    Saturday, 26 March 2011 09:15
  • Rekrutmen Pimpinan ala Demokrasi

    Saturday, 26 March 2011 09:18
My Books
Buku Auditing Dalam Perspektif Islam

Buku Auditing Dalam Perspektif Islam

Buku Accounting Crisis “To Quest the Epistemology of science”

Buku Accounting Crisis “To Quest the Epistemology of science”

Buku Akuntansi Perbankan Syariah

Buku Akuntansi Perbankan Syariah

Buku Analisis Kritis atas Laporan Keuangan

Buku Analisis Kritis atas Laporan Keuangan

Buku Bunga Rampai Akuntansi Islam

Buku Bunga Rampai Akuntansi Islam

Buku Kerangka Teori & Tujuan Akuntansi Syariah

Buku Kerangka Teori & Tujuan Akuntansi Syariah

Buku Krisis Akuntansi Kapitalis dan Peluang Akuntansi Syariah

Buku Krisis Akuntansi Kapitalis dan Peluang Akuntansi Syariah

Buku Menuju Perumusan Teori Akuntansi Islam

Buku Menuju Perumusan Teori Akuntansi Islam

Buku Teori Akuntansi Laporan Keuangan

Buku Teori Akuntansi Laporan Keuangan

Buku Tips Menulis Skripsi & Menghadapi Ujian Komprehensif

Buku Tips Menulis Skripsi & Menghadapi Ujian Komprehensif

Selamat Datang Presiden Barack Hussein Obama Apa yang bisa di ajukan SBY? PDF Print E-mail
Saturday, 26 March 2011 09:12

Sofyan S Harahap
FE Universitas Trisakti

Dalam majalah Forbes terbitan terakhir yang memuat daftar orang kuat di dunia Presiden Barack Hussein Obama menempati posisi kedua setelah Presiden Hu Jianto dari China di posisi orang terkuat pertama di dunia. Kendatipun ini hanya persepsi pembaca tetapi memang posisi ekonomi kedua negara USA dan China, diatas kertas China menempati posisi kuat. Dalam berbagai prediksi dalam tempo 10 tahun kedepan memang China akan menjadi kekuatan ekonomi dan poloitik kedua setelah Amerika. Posisi surplus cadangan perdagangan China terbesar di dunia yaitu sekitar US$ 3 trillion sedangkan Amerika memiliki defisit necara perdagangan dan bahkan mengalamin krisis defisit anggaran sebesar US$ 1,4 trillion, terbesar dalam sejarah.

Presiden Obama, disamping beberapa kemajuan yang dicapainya dalam pemerintahannya selama 2 tahun terakhir dengan mewariskan ekonomi yang porak poranda dari Presiden George Bush (Republik)  Partai Demokrat dari mana Presiden Obama berasal mengalami kekalahan telak dalam pemilu sela Selasa lalu.

Partai Republik menyapu kursi lebih dari 60 seat House of Representatif (Kongres) dan mengambiil alih kursi Gubernur  dari Demokrat sebanyak 10 Gubernur di beberapa negara bagian. Representatif Demokrat hanya mendapat 185 seats sedangkan Republik mendapat 239 seats. Memang Senat masih dipegang mayoritas oleh Demokrat, kursi dimiliki sebanyak 52 sedangkan Republik hanya 47. Hasil pemilu ini merupakan salah satu isi hati dan suara rakyat Amerika yang kecewa, tidak puas  atau minimal menolak kebijakan kebijakan yang diambil Demokrat selama President Barack Obama berkuasa.

 

Dalam situasi itu pula Presiden Obama mengunjungi Indonesia yang juga berada dalam minggu sedih dengan adanya musibah beruntun mulai dari Wasior, Papua,  Tsunami Mentawai, Sumatera Barat dan Meletusnya Gunung Merapi di Jawa Tengah ketiganya sudah memakan korban jiwa lebih dari 700 orang. Kunjungan Obama ke Asia yang memakan waktu 10 hari ini dimulai ke India, Indonesia, Korea Selatan dan Jepang. Disela kunjungan itu beliau juga menghadiri pertemuan KTT G 20 di Seoul dan Pertemuan KTT APEC (Asia Pacific Economic Cooperation) di Yokohama, Jepang.

Kedatangan Presiden Barack H Obama ke Indonesia yang sudah beberapa kali dibatalkan merupakan moment penting bagi Presiden SBY dan Pemerintah Republik Indonesia untuk melakukan berbagai upaya mengambil hati sang Presiden Adidaya ini untuk bisa memberikan perhatian dalam berbagai sektor untuk membantu pembangunan masa depan bangsa demik kesejahteraan rakyat Indonesia. Sebagaimana diketahui betapun terpuruknya ekonomi Amerika namun karena kekuatan politik, ekonomi, kekayaan perusahaan, kekayaan intelektual dan teknologi yang masih dikuasainya maka tidak bisa tidak kita harus mengakui kehebatan negara Adidaya ini. Peluang apa yang bisa di gelitik dari kedatangan Obama ini?

Pertama: Presiden SBY harus memelihara dan memufuk bila perlu menghidupkan kembali ingatan dan memory Presiden Obama akan kehidupanya semasa kecilnya di Menteng, Indonesia. Apapun  bentuknya Pemerintah harus membuat  suatu permanent memory ini agar ikatan emosional itu tidak akan pernah hilang. Bagi kita ini aset bukan biaya. Penempatan patung di Taman Menteng waktu itu sudh bagus tetapi Pemda DKI terlalu penakut menrespons suara suara picik yang menentangnya.

Kedua: Tidak bisa disangkal bahwa kekecewaan Islam kepada Amerika sejak runtuhnya World Tradre Center di New York yang dinilai hanya sebagai kamuflase Pemerintah Amerika untuk bisa menghilangkan kekuatan Islam di Irak dan Afghanistan dan akhirnya nanti di Iran. Situasi Islamiphobia yang semakin meningkat di Amerika juga menjadi keprihatinan Ummat Islam. Presiden Obama dikenal sebagai orang yang ingin mengobati luka ummat Islami ini yang telah dimulai Presiden Bush. SBY bisa menjadi intermediary dalam menjembatani ketegangan Islam Barat ini melalui Presiden Obama. Diharapkan dengan diplomasi ala Menteng kebencian dunia Islam bahkan dunia Amerika Latin kepada Amerika bisa disembuhkan oleh sosok SBY.

Ketiga: Kualitas dan budaya  dan kemajuan Pendidikan, Teknologi, Inovasi, intellecual capital Amerikalah yang membuat negara itu menjadi adidaya bukan saja bidang ilmu dan teknology tetapi juga ekonomi, kekayaan, politik, keuangan dan ekonomi. Indonesia sudah lama menikmati kemajuan Amerika ini namun sampai saat ini tidak ada kerjasama yang signifikan untuk mengangkat kualitas dan budaya ilmu dan teknology di Tanah Air yang sebetulnya sangat bisa di laksanakan melaqlui kerjasama dengan Amerika.

Keempat: Hubungan Ekonomi antara Indonesia dengan Amerika memang tidak besar, ekspor kita ke Amerika bukan yang terbesar sehingga hubungan ekonomi ini bisa ditingkatkan melaluii diplomasi kedatangan Obama ini dengan menarik investasi terutama di sektor industri berteknologi tinggi seperti IT, Perminyakan dan energy Bio, Riset, Kesehatan,  biotechnology, dan teknologi dirgantara dan persenjataan.

Kelima: Barack Obama telah  menyelamatkan Pasar modal dan investasi di Pasar modal setelah ditinggalkan terpuruk (paling terpuruk dalam sejarah Amerika) oleh pendahulunya President Bush. Menurut seorang pengamat ekonomi Amerika Tomothy Egan jika kita investasi pada saat Obama dilantik sebesar US$ 100.000 maka pada saat pemilu selasa investor akan mendapatkan kenaikan kekayaan sebesar  77%  atau US$ 177.000,- di Nasdaq dan 48%  atau US$ 148.000.- jika di investasikan di perusahaan 500’s Standard and Poors. Ini menunjukkan kesuksesan manajemen pasar modal dan sistem keuangan Amerika yang didesain oleh Obama dan stafnya terutama Paul Volker mantan Gubernur Federal Reserve Bank. SBY bisa mempelajari dari Obama untuk diterapkan di Indonesia senbelum krisis pasar modal terjadi sebagaimana yang bdialami Amerika tahun 2008. Amerika saat ini dikenal dengan sistem keuangan yang lebih menjamin stabilitas dengan keluarnya Dodd dan Frank Wallstreet Act dan Customer Protection Act. UU ini juga menyentuh perbankan Amerika yang dimintanya untuk menaikkan modalnya dan menurunkan kompensasi gaji eksekutif.

Kedatangan Obama bisa menjadi anugerah atau bahkan tidak menghasilkan apa apa bagi Indonesia. Hal ini sangat tergantung pada kelihaian bermain diplomat kita dan khususnya Presiden SBY. Selama ini diplomasi Indonesia adalah diplomasi sok hebat, sombong, ogah meminta, dan menjaga citra seolah adalah negara tanpa masalah. Tanpa mengurangi kedaulatan dan harga diri bangsa saya yakin banyak sekali gaya diplomasi yang bisa di mainkan oleh Presiden SBY dalam menerima kunjungan bersejarah Obama kali ini. Demi kepentingan bangsa maka harga diri ayang mahal itu dapat diturunkan untuk mendapatkan rahmat yang sebesarnya bagi bangsa dari sang Adidaya ini.

Penulis adalah Guru Besar FE Universitas Trisakti
Investor Daily 9 November 2010

 
Video Today
Sponsor Links
Copyrights © 2011. Sofyan Syafri Harahap. All Rights Reserved