<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>Sofyan Syafri Harahap</title>
	<atom:link href="http://sofyan.syafri.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sofyan.syafri.com</link>
	<description>Just another WordPress weblog</description>
	<pubDate>Tue, 09 Mar 2010 05:30:35 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.5.1</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Kemana Arah Ormas Nasional Demokrat?</title>
		<link>http://sofyan.syafri.com/2010/03/09/kemana-arah-ormas-nasional-demokrat/</link>
		<comments>http://sofyan.syafri.com/2010/03/09/kemana-arah-ormas-nasional-demokrat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Mar 2010 05:30:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Others]]></category>

		<category><![CDATA[demokrat]]></category>

		<category><![CDATA[harahap]]></category>

		<category><![CDATA[ibfi]]></category>

		<category><![CDATA[ibfi trisakti]]></category>

		<category><![CDATA[IEF]]></category>

		<category><![CDATA[IEF Trisakti]]></category>

		<category><![CDATA[kemana arah ormas nasional demokrat]]></category>

		<category><![CDATA[maksi]]></category>

		<category><![CDATA[maksi usakti]]></category>

		<category><![CDATA[nasional]]></category>

		<category><![CDATA[nasional demokrat]]></category>

		<category><![CDATA[ormas nasional demokrat]]></category>

		<category><![CDATA[sofyan]]></category>

		<category><![CDATA[sofyan syafri harahap]]></category>

		<category><![CDATA[syafri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sofyan.syafri.com/?p=169</guid>
		<description><![CDATA[                                  Sofyan S Harahap
Ormas Nasional Demokrat yang diinisiasi oleh Surya Paloh dengan cirri jacket birunya langsung mendapat tanggapan kader Partai Demokrat dengan sindiran bahwa Surya Paloh sudah semakin senang dengan warna biru (warna Demokrat juga). Kehadiran organisasi masyarakat yang mengklaim sebagai ormas dan bukan partai politik ini  tentu bisa menjadi bahan analisa dalam melihat sepak terjang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sofyan S Harahap</p>
<p>Ormas Nasional Demokrat yang diinisiasi oleh Surya Paloh dengan cirri jacket birunya langsung mendapat tanggapan kader Partai Demokrat dengan sindiran bahwa Surya Paloh sudah semakin senang dengan warna biru (warna Demokrat juga). Kehadiran organisasi masyarakat yang mengklaim sebagai ormas dan bukan partai politik ini  tentu bisa menjadi bahan analisa dalam melihat sepak terjang para elite politik di Tanah Air. Kendatipun para inisiator dan deklarator tidak <span id="more-169"></span>mau mengaku bahwa ormas ini akan menjadi partai politik, namun sungguh sulit membantah bahwa sesungguhnya arahnya akan menuju kesana. Organisasi apapun biasanya memiliki visi dan misi. Lebih penting dari itu sebuah organisasi apalagi dengan biaya besar pasti memiliki motivasi. Sejauh ini motif jika disederhankan cuman ada dua: motivasi demi kepentingan dunia  dan motivasi demi kepentingan akhirat. Yang terakhir ini motifnya didasarkan kepada keyakinan dan faktor ghaib misalnya karena ingin pahala atau ridho Tuhan yang semuanya bersifat ghaib dan hanya dimiliki oleh mereka yang mempercayai (beriman ) kepada agamanya. Organisasi Nasional Demokrat adalah organisasi massa sekuler, nasionalis, demokrat. Ormas ini dapat dipasatikan pendirian dan perjuangannya bukan untuk akhirat, pahala, dan ridho Ilahi tetapi yang utama adalah demi kepentingan dunia apakah politik jangka pendek atau jangka panjang. Fenomena peluncuran organisasi masyarakat Nasional demokrat yang dihadiri para tokoh politik ini patut dicermati dan bisa diprediksi arah bidikannya, kemana?</p>
<p>Dengan melihat beberapa nama deklarator serta nama inisiator yaitu Surya Paloh. Dan Sultan Hamengkubuwono X maka bisa dipastikan bahwa tokoh sentral ormas ini adalah Surya Paloh. Sebagaimana diketahui bahwa tokoh Surya Paloh adalah mantan Ketua Dewan Penasehat Golkar yang kalah bersaing dengan Aburizal Bakri pada Munas Golkar yang baru lalu. Ini menjadi satu alasan mengapa orang menilai keberadaan Nasional Demokrat ini adalah sedikit banyaknya dampak dari kekalahan itu paling tidak karena Surya Paloh tidak bisa lagi berkiprah dengan leluasa di Partai Golkar. Partai sempalan selalu lahir dari kekalahan dalam suatu partai. Contohnya sudah banyak misalnya sempalan dari Partai Golkar, PDI-P,  PPP, bahkan di PKB. Partai sempalan ini akan terus terjadi selama kedewasaan berdemokrasi dan berpolitik kita belum sematang seperti yang terjadi di Barat serta system politik yang masih bersifat mengambang dan tidak tegas. Kekalahan kelompok Surya Paloh ini mengkristal kedalam  Nasional Demokrat yang diduga membidik kesempatan menjadi suatu partai baru yang bisa menjadi salah satu partai pilihan pada tahun 2014.</p>
<p>Disini Surya Paloh memilih membentuk ormas (partai) baru bukan masuk ke partai yang sudah ada sebagaimana isu yang beredar bekliau akan meramaikan Partai Hanura. Namun dengan berakhirnya  Munas Partai Hanura dengan memilih kembali Wiranto sebagai Ketua Umum mmaka spekulasi Surya Paloh masuk partaui Hanura sudah pupus. Kedua pilihan ini tentu sudah difikirkan matang oleh Surya Paloh.</p>
<p>Tidak bisa dibantah bahwa ormas Nasional Demokrat adalah bentuk sisa sisa kekalahan Munas Golkar serta cetusan dan bentuk kegusaran terhadap pemerintahan SBY yang dinilai lamban dalam menyelesaikan masalah nasional. Sikap SBY yang lamban, berfikir terus, menimbang nimbang terus, dirasakan sebagai biaya bagi bangsa. Kelambanan beliau dalam mengatasi kasus Bank Century, Bibit Chandra, KPK adalah bukti bahwa kebijakan dan gaya kepemimpinannya sebenarnya bukan menghasilkan asset bagi bangsa tetapi justru menyita energi bangsa dan terbuang percuma atas “cost” atau beban nasional tanpa perlu memberikan pertanggungjawaan publik kepada rakyat. Memang gaya dan sikap ini sudah dikenal dari sejak beliau menjadi tokoh dalam elite politik nasional. Namun karena beliau dibentengi dan ditopang oleh kelincahan, kecepatan, paragmatisme M Jusuf Kalla maka sedikit banyaknya kelemahan itu tertutupi. Keretakan keduanya dalam panggung politik selama pemerintahan SBY – JK tidak terjadi karena posisi JK sebagai Ketua Umum Golkar yang menguasai permainan di Parlemen atau DPR tidak bisa diabaikan SBY. Situasi ini harus menjadi pemikiran Surya Paloh jika ingin memberikan alternative pemimpin bagi rakyat pada pemilu 2014</p>
<p>Apakah Nasional demokrat akan sukses? Atau hanya mungkin bisa menjadi seperti Partai Gerindra masuk dalam DPR dengan satu fraksi?. Sikap masyarakat yang sangat kritis saat ini dan pasti akan semakin kritis dalam perjalanan menuju 2014 sulita bagi ormas ini mengambil hati pemilih jika tidak ada gebrakan yang luar biasa yang dapat mengambil hati pemilih. Kehadiran partai baru diawal proses pelaksanaan Pemilu pada tahun 2009 yang lalu bisa menjadi pelajaran bagi ormas Nasional Demokrat ini. Partai Gerindra dan Partai Hanura yang dinilai memiliki persiapan yang lumayan bagus ternyata hanya mampu menjadi fraksi kecil di DPR tidak seperti diharapkan bisa mendulang suara sampai 15%. Menawarkan partai politik baru tahun 2009 hasilnya itu, dan untuk tahun 2014 perjuangan Ormas (Parpol) baru pasti akan lebih sulit dalam menawarkan alternatif baru apalagi dalam prosesnya nanti Surya Paloh hanya mengandalkan media massa dan uang yang dimilikinya.</p>
<p>Jika ormas nsional Demokrat ini mampu menempatkan dirinya dalam mengkiritisa sistuasi politik ekonoi social yang ada saat ini, apalagi dalam situasi amburadul ditangan peemrintah sekarang ini maka bisa diharapkan partai atau ormasi ini akan bisa berjaya di tahun 2014. Dengan mengkiritisi situasi saat ini maka akan bisa menjadi modal penting dalam mengangkat jati dirinya sebagai partai harapan, bahkan akan lebih baik lagi jika ia mampu menempatkan dirinya “tampil beda” dan tanpa tedeng aling aling mampu menunjukkan keberpihakannya kepada rakyat secara umum dengan ikhlas tanpa dibuntutui oleh kepentingan politik tertentu dan sesaat.</p>
<p>Namun jika peluang ini tidak diambil oleh Nasional Demokrat tetapi diambil oleh Ormas (Partai) lain maka bisa dipastikan bahwa ormas ini pada akhirnya akan bernasib sama dengan partai partai baru yang berguguran pada tahun 2009 yang lalu atau masuk museum partai Politik. Partai Demokrat dan figure SBY – Boediono yang lamban dan penuh perhitungan sebenarnya bisa menjadi peluang bagi ormas (parpol) Nasional Demokrat sebagai partai masa depan apalagi dengan gebrakan gebrakannya yang berbalik dari kebijakan partai democrat yang zigzak dan tidak ada arah. Para elit politik yang ingin bermaik pada 2014 harus menyadari bahwaq tingkat melek politk dan penguasaan informasi rakyat dimasa yang akan datang akan semakin tinggi dan terbuka.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sofyan.syafri.com/2010/03/09/kemana-arah-ormas-nasional-demokrat/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Sylabus Islamic Social Accounting IEF Trisakti</title>
		<link>http://sofyan.syafri.com/2010/03/08/sylabus-islamic-social-accounting-ief-trisakti/</link>
		<comments>http://sofyan.syafri.com/2010/03/08/sylabus-islamic-social-accounting-ief-trisakti/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Mar 2010 02:29:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Course Syllabus]]></category>

		<category><![CDATA[Accounting]]></category>

		<category><![CDATA[Akuntansi]]></category>

		<category><![CDATA[harahap]]></category>

		<category><![CDATA[IEF]]></category>

		<category><![CDATA[IEF Trisakti]]></category>

		<category><![CDATA[islamic socio accounting]]></category>

		<category><![CDATA[socio]]></category>

		<category><![CDATA[socio accounting]]></category>

		<category><![CDATA[sofyan]]></category>

		<category><![CDATA[sofyan syafri harahap]]></category>

		<category><![CDATA[syafri]]></category>

		<category><![CDATA[sylabus]]></category>

		<category><![CDATA[Trisakti]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sofyan.syafri.com/?p=168</guid>
		<description><![CDATA[1. INSTRUCTOR and COURSE
Subjects          Islamic Socio Economic Accounting
Instructors       Sofyan Syafri Harahap
Program          PhD and MBA in Islamic Economic and Finance
Total Credits    3  Credits
2. About the Instructor:
Professor of  Accounting at the Department of Accounting Trisakti University, Vice Dean- Academic Affairs, Head of Accounting Post Graduate Program in Accounting and in Islamic Economics and Finance,  at the FE [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>1. INSTRUCTOR and COURSE</p>
<p>Subjects          Islamic Socio Economic Accounting<br />
Instructors       Sofyan Syafri Harahap<br />
Program          PhD and MBA in Islamic Economic and Finance<br />
Total Credits    3  Credits<span id="more-168"></span></p>
<p>2. About the Instructor:</p>
<p>Professor of  Accounting at the Department of Accounting Trisakti University, Vice Dean- Academic Affairs, Head of Accounting Post Graduate Program in Accounting and in Islamic Economics and Finance,  at the FE at USAKTI.  PhD (University of Adelaide), MSAc (University I of Illinois at Chicago), SE and  Akuntan (University of Sumatera Utara), Indonesian CPA (IAPI)  Author of several books: Teori Akuntansi, Akuntansi Laporan Keuangan, Budgeting, Akuntansi Aktiva Tetap, Manajemen Kontemporer, Analisa Kritis Laporan Keuangan (Rajawali), Akuntansi Islam, Akuntansi Laporan Keuangan (Bumi Aksara); Auditing Kontemporer (Penerbit Erlangga), Manajemen Masjid (Dana Bhakti Prima Yasa, Yogyakarta), Akuntansi Dasar (Trisakti Press), Akuntansi, Manajemen dan Pengawasan (FE Trisakti), Manajemen Keuangan, Unsur Agama Dalam Pengawasan, Manajemen Pengawasan Lengkap (Medan), Management Control System, Menuju Perumusan Teori Akuntansi (Penerbit Quantum Jakarta), Auditing dalam perspfektif Islam (20012), Accounting Crisis (2004). Author of articles in several National and International Journals and Newspapers published in Jakarta, Medan and elsewhere. Management Consultant and Independent auditor for several companies. Instructor  for seminars and workshops.</p>
<p>2. OBJECTIVES</p>
<p>It aims to discuss the function and role of conventional accounting in a capitalist economic system, its features, conceptual frameworks, principles, and standards. It also covers the history and the trends of conventional accounting. The development of accounting and the possibility of conventional accounting crisis. The possibility of alternative for conventional accounting such as Socio Economic Accounting, Human Resources Accounting, Value added reporting, etc. Then, the idea and the emerging of Islamic business entities as well as Islamic accounting. The principles and the conceptual framework of Islamic accounting and the different  between conventional  and Islamic accounting, the current applied Islamic accounting in banking, Insurance, and capital market.  The standard setting body: AAOIFI and IAI.</p>
<p>3. CLASS MANAGEMENT</p>
<p>It is a post graduate program, we prefer not using instructional lecturing. Dialogue and deep discussion in a two way communication way is encouraged. Students and instructors should keep in mind that the objective of the course is to be able to analyze, to develop, to formulate theory  or scientific research issues as well a to build an Islamic accounting theory. You must prepare your self before class, read relevant material.</p>
<p>4.    Analyze News from Magazines and Newspaper</p>
<p>You are requested to find out  a news published in magazine or newspaper related to potential phenomena that could be a field of research in Islamic Social Accounting. You should elaborate the topic of the news, analyse the news and identify the phenomena that could be a potential topic to be researched, mention also the usefulness of the topic to be researched.</p>
<p>5.    SUCCESS INDICATORS</p>
<p>You will have:</p>
<p>1.    Written Tests  (Mid and Final Test)<br />
2.    Mini Paper<br />
3.    News Comments<br />
4.    Paper summary<br />
5.    Comment on 5  articles</p>
<p>6.    Written Tests</p>
<p>We will have  two written and closed tests: Mid and Final test. Middle test covers conventional accounting issues and Final test will cover Islamic accounting issues.</p>
<p>7.    Mini Paper</p>
<p>All students are required to write a paper related to Islamic socio economic accounting. We may discuss your proposed topic before you start writing. If your paper can be presented or accepted for presentation in a conference national or international arena it will be  a plus.</p>
<p>7. News Comment</p>
<p>You must look for 2 news (not opinion) taken from a newspaper or a magazine, discuss the news and analyse the possibility of the topic raised by the news for new idea in Islamic social accounting.</p>
<p>8. Paper summarization</p>
<p>You will have a binding copy of Islamic Socio Economic Accounting materials. You have to read it and summarize the contents (some Islamic accounting papers).</p>
<p>9. Comment on some articles.</p>
<p>I will provide 5 articles related to Islamic accounting issues and you have to read, analyze and comment all papers in a depth and sharp critics.</p>
<p>10, CLOSING REMARKS</p>
<p>It is argued to all of you to read a lot of materials in the topics and  from all sources and references. The criteria is clear, comply with guideline and Insya Allah you will be successful.</p>
<p>9. COURSE TOPICS and REFERENCES</p>
<p>No    Topics                                                                                        References    Tasks<br />
1    -    Introduction and explanation of syllabus<br />
-    The overview of research  the course                                          W4, W2    Readings and Discussion<br />
2    -    Overview of Capitalist Economy<br />
-    Overview of Capitalist accounting                                               W2           Readings and Discussion<br />
3    The function and the role of accounting in the economy and society    W1, W3, W5<br />
4    Accounting and Capitalist Economy<br />
Accounting and Business<br />
Accounting and economic animal                                                     W4, W2    Readings and Discussion<br />
5    Accounting and secular Epistemology                                                     W7     Idem<br />
6    Accounting and History of Civilisation                                             W2, W10     Idem<br />
7    Structure of Accounting Theory<br />
Objectives of Financial Statements<br />
Postulates, Concepts and Principles of accounting                              W4, W5    Idem<br />
8    Accounting Process, Cycles and Technique                                                 W4    Readings and Discussion<br />
9    Trend in Accounting<br />
Crisis in Accounting                                                                        W4, W10    Idem<br />
10    The emerging of Islamic Economy<br />
The emerging of Islamic Business                                                   W2, W9    Readings and Discussion<br />
Mid Test    All material on Capitalist Accounting<br />
11    The Role of Accounting in Islamic Economy and Business              W1, W2, W9    Idem<br />
12    The characteristic of Islamic Accounting                                      W1, W2, W11<br />
13    The conceptual framework of Islamic Accounting                              W2    Discussion, criticize recommendations<br />
14    Islamic Banking Accounting<br />
Islamic Auditing                                                                               W2. W9    Idem<br />
15    Islamic Insurance Accounting<br />
Islamic Capital market Accounting    W2    Idem<br />
Final Test    All material on Islamic Accounting</p>
<p>11. References</p>
<p>11.1.Research journal</p>
<p>·    Indonesian Management $ Accounting Review (IMAR) Vol 1 No 1 dan No 2. LPFE Universitas Trisakti Jakarta.<br />
·    Media Riset Akuntansi, Auditing dan Informasi, LPFE Universitas Trisakti<br />
·    Eksis, jurnal published by PPTT dan I UI<br />
·    Majalah Ekonomi Syariah, PP EKABA FE Universitas Trisakti Jakarta<br />
·    Sharing. Majalah ekonomi syariah popular.</p>
<p>11.2. Mandatory Books</p>
<p>Kode    Pengarang    Topik                                                                                             Tugas<br />
W1    Harahap, Sofyan S<br />
(1997)    Akuntansi Islam, Penerbit Bumi Aksara, Jakarta                                                 Baca&amp; discuss<br />
W2    Harahap, Sofyan S<br />
(2001)    Menuju Perumusan Akuntansi Islam, Penerbit Quantum, Jakarta                           Baca &amp; discuss<br />
W3    Triyuwono, Iwan ( 2001),    Organisasi dan Akuntansi Syari’ah, LKiS<br />
Yogyakarta.                                                                                                                  Baca &amp; discuss<br />
W4    Harahap, S (1994)    Teori Akuntansi edisi Revisi, Rajawali Press                                Baca &amp; Discuss<br />
W5    Harahap, S (1997)    Teori Akuntansi: Laporan Keuangan, Bumi Aksara, Jakarta    Baca dan akan di kuiskan  (bab 8 dan 9)<br />
W6    Harahap S (2002)    Auditing dalam Perspektif Islam                                                  Baca &amp; Discuss<br />
W7    Harahap, S (2007)    Krisis Akuntansi Kapitalis dan Peluang Akuntansi Syariah              Baca dan Discuss<br />
W9    Harahap S (2003)    Bunga Rampai Akuntansi Islam, Jakarta: Penerbit Quantum.          Baca &amp; Discuss<br />
W10    Omar Abdullah Zaid, diterjemahkan Syafii Antonio dan Harahap S (2003)    Akuntansi Syariah, LP FE USAKTI    Baca &amp; Discuss<br />
W11    Harahap S (2008)    Teori dan Tujuan Akuntansi Islam, Pustaka Quantum                    Baca &amp; Discuss<br />
8.3.  Recommended Books</p>
<p>Kode    Pengarang    Topik                                                                                                   Tugas<br />
R.1    Harahap, Sofyan S<br />
(1992)    Akuntansi, Manajemen dan Pengawasan dalam Perspektif Islam, FE USAKTI Jakarta.    Baca &amp; Discuss<br />
R.2    Mas’ud, dan Triyuwono, Iwan ( 2001 ),    Akuntansi Syari’ah, Penerbit<br />
Salemba Empat, Jakarta    Baca &amp; Discuss<br />
R.3    IAI (2002)    Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No 59                                 Baca &amp; Discuss<br />
R.4    AAOIFI    AAOIFI ( 1998 ), Accounting and Auditing Standard for Islamic Financial<br />
Institution ( Bahrain )    Baca &amp; Discuss<br />
R5    Setiabudi HY &amp; Triyuwono, I (2002)    Akuntansi Ekuitas, dalam narasi kapitalisme, sosialisme dan Islam    Baca &amp; Discuss<br />
R6    Harahap S, Wiroso, M Yusuf  (2005)    Akuntansi Perbankan Syariah, Jakarta: Lembaga Poenerbit FE USAKTI    Baca &amp; Discuss<br />
R7     PSAK (2007)    IAI, KDPPLKS dan PSAK 101-106                                                              Baca &amp; Discuss</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sofyan.syafri.com/2010/03/08/sylabus-islamic-social-accounting-ief-trisakti/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Sylabus Research Methodology in IEF</title>
		<link>http://sofyan.syafri.com/2010/03/06/sylabus-research-methodology-in-ief/</link>
		<comments>http://sofyan.syafri.com/2010/03/06/sylabus-research-methodology-in-ief/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Mar 2010 04:36:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Course Syllabus]]></category>

		<category><![CDATA[harahap]]></category>

		<category><![CDATA[IEF]]></category>

		<category><![CDATA[IEF Trisakti]]></category>

		<category><![CDATA[methodology]]></category>

		<category><![CDATA[research]]></category>

		<category><![CDATA[Research Methodology]]></category>

		<category><![CDATA[sofyan]]></category>

		<category><![CDATA[sofyan syafri harahap]]></category>

		<category><![CDATA[syafri]]></category>

		<category><![CDATA[Trisakti]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sofyan.syafri.com/2010/03/06/research-methodology-in-ief/</guid>
		<description><![CDATA[1. INSTRUCTORS and COURSE
Subjects     : Research Methodology in IEF
Instructors  : Prof. Sofyan Syafri Harahap. PhD Ascarya dan Jakaria
Program      : PhD and MSc in Islamic Economics and Finance
Total Credit    3  Credits
2. OBJECTIVES
It discusses the methodology and technique of scientific research. The student is expected to be able to propose, plan, manage, all research activities including the [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>1. INSTRUCTORS and COURSE</p>
<p>Subjects     : Research Methodology in IEF<br />
Instructors  : Prof. Sofyan Syafri Harahap. PhD Ascarya dan Jakaria<br />
Program      : PhD and MSc in Islamic Economics and Finance<br />
Total Credit    3  Credits<span id="more-167"></span></p>
<p>2. OBJECTIVES</p>
<p>It discusses the methodology and technique of scientific research. The student is expected to be able to propose, plan, manage, all research activities including the formulation of research objectives, research questions, literature review, data collection, data analysis, and research report in general and in Islamic Economics and Finance. Other subjects that are relevant to this course are writing thesis, Statistics, and Analytical method.</p>
<p>3. CLASS MANAGEMENT</p>
<p>Class lecturing is confirming process in which the student has already read the materials and expect to re-confirm their understanding about the materials, discuss and raise questions on related topics. The student should read the material before class starting. Topics to be discussed are based on course objectives and the syllabus.</p>
<p>Because it is a post-graduate program, we prefer not using instructional lecturing. Dialogue and in-depth discussion in a two way communication is encouraged. Students and instructors should keep in mind that the objective of the course is to be able to conduct an accepted  scientific research.</p>
<p>4.    Case (News) Analysis</p>
<p>You are requested to find out  a news, published in a magazine or a newspaper related to a phenomena that could be a potential field for a research topic in Islamic Economics and Finance field. You should identify, elaborate the main topic of the news or realities, analyse the news based on valid references and identify the phenomena that could be a potential topic to be researched, mention also the usefulness of the proposed topic to development of Islamic and Finance knowledge.</p>
<p>5.    Reading Materials</p>
<p>There will be a reading materials related to the course. You may use it for mastering the course and preparing for written test. You have to summarize the material  and submit the summary before Final Exam.</p>
<p>6.    SUCCESS INDICATORS</p>
<p>Works to be marked and distribution:        %</p>
<p>1.    Written Tests   (Mid Test)        30<br />
2.    News Material Analysis        10<br />
3.    Research Proposal             30<br />
4.    Summary  &amp; Research Matrix    20<br />
5.    Other home works            10<br />
(Qualitative vs quantitative; topic selection)</p>
<p>If your proposal accepted in a Refereed Conference or colloquial events it will be a plus.</p>
<p>6. RESEARCH PROPOSAL</p>
<p>All students are required to write a research proposal in his favourite field in Islamic Economics and Finance as substitutes for Final Test. You may proceed your accepted proposal to be your final proposed thesis.</p>
<p>i.    Draft Research Proposal has to be discussed with at least 2 of  experts who understand research methodology before you  submit to the instructor<br />
ii.    Research Proposal has to be approved by instructors before proceeding writing<br />
iii.    Approved research Proposal could be presented before class which is scheduled in the future. The presented proposal will be marked.<br />
iv.    Revised Research Proposal after presented would be treated as a basis for marking instructors</p>
<p>7.  CONFERENCE, PRESENTATION &amp; PUBLICATION OF RESEARCH PROPOSAL</p>
<p>Your research proposal is recommended to be submitted and presented at a  national or international colloquium,  seminar or conference. If your proposal is accepted in  a refereed conference or colloquium it will be a good sign for a qualified research and you will have a best Grade in this course.</p>
<p>8. Matrix (Sum up) of 10 Research Papers</p>
<p>You are required to make a matrix of at least 10 research papers discussing one topic in IEF issue in research journals. Identify the topic, background, state of the art, research method (Sampling, data collection and data analysis), result analysis, conclusion, limitation and future research.</p>
<p>9. Others home works</p>
<p>You are required to discuss the differences between quantitative and qualitative method and elaborate the merit, limitation of those two.</p>
<p>You are also required to use topic selection steps for your potential topic choice.</p>
<p>10. CLOSING REMARKS</p>
<p>It is argued to all student to read a lot of materials in the topics and  from all sources and references. The criteria is clear, accepted and comply with general accepted scientific research. Philosophy, statistics, mathematics, computer modelling and  quantitative method is  good to understand in doing research, please study all related topics.</p>
<p>11. COURSE TOPICS and REFERENCES</p>
<p>No    Topics    References    Tasks<br />
1    -    Introduction and explanation of syllabus<br />
-    The overview of research Methodology<br />
-    The Philosophy of Science    Philosophy<br />
SSH    Readings and Discussion<br />
2    - The pervasive Research Methodology<br />
-    The Evolution of  Philosophy of the truth<br />
-    Tauhidii process of epistemology    SSH    Readings and Discussion<br />
3    Type of Research Methodology: a. Qualitative Method b. Quantitative Method. Process, procedures, and type  of qualitative Method    SSH    Readings and Discussion<br />
4    Survey, Case Study, Experiment/ Laboratory, Grounded Theory Method, Clinics, Theory Content Analysis, Cross Section    SSH    Idem<br />
5    Thesis Writing, Publication and Ethics in Research    SSH    Idem<br />
Written Test<br />
6    Analytical Network Process (ANP)    ASC    Idem<br />
7    Process, procedures, and type of  quantitative method    ASC    Readings and Discussion<br />
8    Process, procedures, and type of  quantitative method (Continued)    ASC    Discussion, criticize recommendations<br />
9    Formulation of  Operating Variables     ASC    Idem<br />
10    Quantitative Methods: Multivariate    ASC    Idem<br />
11    Data Interpretation    ASC    Idem<br />
12    Laboratory: SPSS/SEM    JAK    Idem<br />
13    Laboratory result and analysis    JAK    Idem<br />
14    Thesis Proposal Discussion    SSH    Idem<br />
Submitting Final Proposal    Final Exam date</p>
<p>11.     READINGS  and LITERATURE</p>
<p>No    Author    Title    Publisher<br />
1    Buckley, John W.  &amp;  Bucley, Marlene H.      Research Methodology &amp; Business Decisions     London: Sage Publication<br />
2     Denzin, Norman K. &amp; Lincoln, Yvonnas     Handbook of Qualitative Research     London: Sage Publication<br />
3     Strauss, Anselem  &amp; Corbin, Juliet     Basics  of Qualitative Research     London: Sage Publication<br />
4     Glesne, Corrine     Becoming  Qualitatif Research     New York: LONGMAN<br />
5     Kumar, Ranjit     Research Methodology: a Step-by Step Guide for Beginners     New York: LONGMAN<br />
6     Bungin, Burhan     Methode Penelitian Kualitatif: Aktualisasi Metodogis       Jakarta: Radjawali Grafindo<br />
ke Arah Ragam Varian Kontemporer     Jakarta: Persada<br />
7     Arikunto, Suharsimi     Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktek     Jakarta: Rineka Cipta<br />
8     Daniel, Moenar     Metode Penelitian Sosial Ekonomi : dilengkapi Beberapa      Jakarta: Bumi Aksara<br />
Alat analisa &amp; Penuntun Penggunaan<br />
9     Mulyana, Deddy     Metodologi Penelitian Kualitatif     Bandung: ROSDA<br />
10     Suhardono, Edy     Refleksi Metodology Riset: Panorama Survey     Jakarta: Gramedia Pustaka<br />
11    Ascaria     Analytical Network Process (ANP) Pendekatan Baru Studi Kualitatif    Unpublished paper<br />
12     Yin, Robert K.     Case Study Research : Design and Method     London: Sage Publication<br />
13     Marshall, Catherine &amp; Rossman, Gretchen B.     Designing Qualitative Research     New York: Aldine De Gruiter<br />
14    Glasr, Barney G. &amp;  Staruss, Anselm L.     The Discovery of Grounded Theory : Strategies for<br />
Qualitative     London: Sage Publication<br />
15     Patton, Michael Quinn    Qualitative Evaluation and Research Methods    London: Sage Publication<br />
16    Harahap, Sofyan S    TIPS Menulis Skripsi    Jakarta: Pustaka Quantum</p>
<p>Work hard and be successful !!!</p>
<p>Format<br />
Proposal  dan  Seleksi Judul Penelitian<br />
Nama:_________________</p>
<p>Major<br />
Statements    Referensi/<br />
Notes<br />
Konsentrasi/Kekhususan<br />
Topik yang di propose<br />
Masalah –masalah yang ada yang berkaitan dengan Topik<br />
Seleksi atas Masalah yang ada<br />
Pertanyaan Penelitian yang bisa diajukan</p>
<p>Rumusan Tujuan Penelitan dan Pertanyaan Penelitian<br />
Perhatikan faktor ini dalam memutuskan judul dan pertanyaan penelitian:    1. Beban kerjanya, 2. Waktu, 3. Dana yang dibutuhakan 4. Data, 5. Literatur 6. Teknik penelitian<br />
Recek dan yakinkan faktor ini dalam memutuskan judul penelitian<br />
1. Minat anda, 2 Tujuan/hipotesa sudah OK, 3 Apakah cukup dana, waktu, data, dan literatur?, 4. Keahlian anda?</p>
<p>Judul yang dipilih</p>
<p>Tujuan dan Pertanyaan Penelitian</p>
<p>Hipotesa kalau ada</p>
<p>Teknik Penelitan yang akan digunakan</p>
<p>PETUNJUK BAGI MAHASISWA<br />
MATAKULIAH : METODE PENELITIAN</p>
<p>1.    Keterangan lebih lanjut Baca sillabus Metodologi Penelitian<br />
2.    Tidak ada Ujian Akhir Semester, UAS diganti dengan penyerahan Proposal Penelitian<br />
3.    Absensi dilakukan pada saat anda menyerahkan proposal penelitian paling lambat pada saat jadwal Ujian UAS Metodologi Penelitian<br />
4.    Semua Tugas Tugas Mata kuliah supaya di serahkan kepada staf IEF<br />
5.    Bagi anda yang tidak menunaikan tugas dan tidak mengikuti UTS dan tidak menyerahkan proposal tepat waktu dapat dipastikan gagal.<br />
6.    Tentang Proposal</p>
<p>a.    Sebelum menyusun proposal minta approval judul kepada dosen (SSH).<br />
b.    Draft Proposal anda harus diminta profreading dari minimal seorang mahasiswa atau dosen atau mereka yang menguasai bidang ini. Bukti proof reading supaya dicantumkan dalam draft proposal.<br />
c.    Kemudian setelah anda perbaiki berdasarkan saran rekan anda maka serahkan kepada Bapak Jakaria untuk mendapat komentar dan perbaikan perbaikan. Perbaiki sesuai permintaan Pak Jakaria.<br />
d.    Hasil revisi setelah mendapat input dari teman dan Pak Jakaria baru diserahkan kepada dosen SSH sebagai bukti hasil UAS. Draft revisi ini yang menjadi bahan penilaian UAS<br />
e.    Jika diserahkan kepada saa, maka saya akan memberikan penilaian sekaligus memberikan saran saran untuk terakhir kali dan dapat anda revisi untuk menjadi bahan proposal penyusunan thesis.</p>
<p>7.    Yang berhak menyusun tesis hanya yang telah lulus mata kuliah Metodologi Penelitian.<br />
8.    Drfat proposal dari mata kuliah Metodologi Penelitian dapat dipakai sebagai proposal thesis dan dapat juga diganti dengan yang lain.</p>
<p>Demikian untuk dimaklumi.</p>
<p>Petunjuk Penulisan<br />
Tesis/Disertasi</p>
<p>Catatan:<br />
Semua mahasiswa yang dibimbing oleh Dr Sofyan S Harahap harus membaca pentunjuk disamping buku-buku penelitian lainnya dengan benar agar proses bimbingan lebih lancar.</p>
<p>No.    Keterangan    Y/N<br />
1.    Apakah Anda datang menghadap pembimbing dengan konsep, dan menguasai topik atau judul Anda secara baik?</p>
<p>2.    Apakah Anda telah memilih metode penelitian yang tepat dan sesuai dengan topik dan permasalahan yang hendak diteliti?</p>
<p>3.    Apakah Anda telah membuat perencanaan penelitian dengan baik, dan menaati perencanaan penelitian yang sudah disusun dengan disiplin serta tidak mengabaikan hal-hal yang penting yang perlu disajikan dalam proposal sebagai pedoman dalam memulai penulisan skripsi?</p>
<p>4.    Apakah Anda telah melakukan penelitian secara sempurna, baik mengenai metode penelitiannya maupun alat-alat yang dibutuhkan dalam penelitian?</p>
<p>5.    Apakah dalam membaca literature, Anda telah mencatat dan mengungkapkan bahan-bahan yang relevan dan mengutip dengan benar?</p>
<p>6.    Apakah Anda telah meyiapkan draft skripsi Anda dan mengecek kesalahan ketik dan kesalahan teknis lainnya?</p>
<p>7.    Apakah Anda telah menyiapkan literatur yang perlu Anda bawa ketika menghadap pembimbing sebagai dasar argumentasi yang lebih kuat dan bukti bahwa anda benar-benar tidak lepas dari teori yang lalu?</p>
<p>8.    Apakah Anda telah memeriksa kelayakan paragraf, dan apakah sudah tepat sebagai suatu paragraf?<br />
9.    Apakah Anda telah memperhatikan dengan serius semua koreksi atau nasehat pembimbing Anda?, jangan sampai anda melakukan kesalahan dua kali dalam hal yang sama.</p>
<p>10.    Ketika pembimbing menemukan kesalahan ,Apakah Anda telah mencatat kesalahan di tempat yang lain?</p>
<p>11.    Apakah Anda telah memperhatikan benar-benar sistem penulisan yang berlaku di universitas atau fakultas Anda?</p>
<p>12.    Apakah Anda telah menjaga hubungan baik dengan pembimbing, dan tidak sampai mengecewakan atau membuat kesal pembimbing sehingga suasana yang terbangun adalah ketegangan antara anda dengan pembimbing?</p>
<p>13.    Apakah saran yang diberikan telah mengacu pada permasalahan penelitian?</p>
<p>14.    Apakah dalam hal ada hipotesa maka harus jelas didukung teori yang sudah ada?<br />
15.    Apakah penyusunan skripsi Anda adalah tanggung pembimbing sepenuhnya?</p>
<p>16.    Apakah Anda termasuk mahasiswa yang tidak percaya diri, gamang, sehingga pengetahuan bisa hilang dan kegiatan menulis menjadi terhenti?</p>
<p>17.    Apakah skripsi Anda telah memiliki latar belakang teori yang kuat, tidak nempel pada perkembangan tori secara internasional?</p>
<p>18.    Apakah Anda telah menguasai teori dengan baik sehingga dapat menghindari pencantuman kutipan langsung, sumber atau referensi yang sangat banyak?</p>
<p>19.    Apakah permasalahan atau tujuan penelitian Anda sudah jelas?</p>
<p>20.    Apakah Anda telah mengetahui sifat, kegunaan, dan manfaat dari penulisan skripsi yang Anda lakukan?</p>
<p>21.    Apakah Anda telah menguasai dengan baik tata bahasa, susunan kalimat, dan aturan badan paragraf yang baik?</p>
<p>22.    Apakah perumusan masalah, metode penelitian, pembahasan dan kesimpulan tidak memiliki kaitan, masing- masing berdiri sendiri?<br />
23.    Apakah penulisan kutipan di dalam tubuh skripsi Anda telah benar?  (baca: Diwandono, 1998)</p>
<p>24.    Apakah penulisan daftar literatur (referensi atau bibliografi) sudah benar?<br />
25.    Apakah Anda telah mengecek secara teliti terhadap kesalahan cetak atau ketik?</p>
<p>26.    Apakah antara satu paragraf dengan paragraf lain saling berkaitan dan tidak melompat?</p>
<p>27.    Apakah dalam satu paragraf  ada dua atau lebih kalimat atau tema?</p>
<p>28.    Apakah kalimat yang Anda buat sudah memiliki subjek, kata kerja atau objek lengkap?</p>
<p>29.    Apakah instrumen statisitik telah dapat menjawab permasalahan atau cocok dengan penelitian yang Anda lakukan?</p>
<p>30.    Apakah skripsi Anda  telah memenuhi kriteria ilmiah? bukan jadwal ujian atau hal-hal yang mendesak.</p>
<p>Sumber: Harahap, Sofyan S (2000)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sofyan.syafri.com/2010/03/06/sylabus-research-methodology-in-ief/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pengawasan Bank: Bank Indonesia  vs OJK</title>
		<link>http://sofyan.syafri.com/2010/03/05/pengawasan-bank-bank-indonesia-vs-ojk/</link>
		<comments>http://sofyan.syafri.com/2010/03/05/pengawasan-bank-bank-indonesia-vs-ojk/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Mar 2010 06:13:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Economics]]></category>

		<category><![CDATA[bank indonesia]]></category>

		<category><![CDATA[BI]]></category>

		<category><![CDATA[fakultas ekonomi]]></category>

		<category><![CDATA[fe usakti]]></category>

		<category><![CDATA[good governance]]></category>

		<category><![CDATA[harahap]]></category>

		<category><![CDATA[IEF]]></category>

		<category><![CDATA[IEF Trisakti]]></category>

		<category><![CDATA[maksi]]></category>

		<category><![CDATA[maksi usakti]]></category>

		<category><![CDATA[ojk]]></category>

		<category><![CDATA[pengawasan bank]]></category>

		<category><![CDATA[sistem keuangan]]></category>

		<category><![CDATA[sofyan]]></category>

		<category><![CDATA[sofyan syafri harahap]]></category>

		<category><![CDATA[syafri]]></category>

		<category><![CDATA[Trisakti]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sofyan.syafri.com/?p=165</guid>
		<description><![CDATA[Sofyan S Harahap
Guru Besar FE Universitas Trisakti
Isu perebutan kekuasaan kembali merebak setelah dead line yang diberikan UU untuk pembentukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sudah mendekati akhir yaitu akhir tahun 2010 ini. Sebagaimana dalam masa pembahasan UU OJK ini dahulu di DPR sangat alot. Bank Indonesia yang selama ini menikmati kewenangan untuk memberikan lisensi, mengatur, dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sofyan S Harahap<br />
Guru Besar FE Universitas Trisakti</p>
<p>Isu perebutan kekuasaan kembali merebak setelah dead line yang diberikan UU untuk pembentukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sudah mendekati akhir yaitu akhir tahun 2010 ini. Sebagaimana dalam masa pembahasan UU OJK ini dahulu di DPR sangat alot. Bank Indonesia yang selama ini menikmati kewenangan untuk memberikan lisensi, mengatur, dan mengawasi industri perbankan yang tergolong basah ini berkeinginan untuk tidak mau melepas kekuasaan, kenikmatan dengan tanggungjawab yang rendah ini.  Bahkan karena bernafsunya Bank Indonesia yang bisa di baca dari hasil pengadilan yang mengadili beberapa Gubernur dan Deputy Gubernur dan stafnya membuktikan bahwa ada aliran dana dari Bank Indonesia ke DPR untuk menggolkan rencana mempertahakan kekuasaan pengawasan ini<span id="more-165"></span> yang ditaksir lebih Rp. 40 milyar. Sayangnya karena nafsu ini para Gubernur  dan Deputy Gubernur dan beberapa staf ditahan pengadilan. Penahanan ini bukan barang baru bagi petinggi BI, sebelumnya juga sudah ad ditahan karena kasus korupsi lainnya, termasuk dua Gubernur Bank Indonesia sudah menjadi korban. Pertanyaan yang akan kita jawab dalam artikel ini adalah siapa seharusnya yang menagwasi industri perbankan dalam konteks situasi sekarang ini.</p>
<p>Untuk menjawab ini maka landasan berijak kita adalah kepentingan publik yang didasari oleh pengetahuan dibidang pengawasan serta aspek lain yang berkaitan dengan lingkungan aatu ranah publik dan sifat institusi lainnya. Memang ada benarnya jika “sesuatu itu serahkan kepada ahlinya”. Kalau pegangan ini yang menjadi dasar maka dapat kita sepakati bahwa sebaiknya yang menjadi pengawas industri perbankan adalah Bank Indonesia karena sejak merdeka sudah 65 tahun pengawasan bank memang dibawah Bank Sentral disamping ia melakukan fungsi fungsi kebanksentralan lainnya. Pertanyaan yang ingin kita bahas adalah apakah selama 65 tahun ini penagwasan Bank Indonesia dapat dinilai efektif?</p>
<p>Sebagaimana disinggung dimuka dari semua lembaga yang ada di Indonesia dapat dikatakan bahwa penguasaan dana yang independent, dana yang sangat besar dan mungkin mewah adalah lembaga Bank Indonesia ini dengan kekuasaan besarnya yang tidak dapat disentuh lembaga lain bahkan DPR. Lembaga ini sebenarnya memiliki struktur Pengawas diatas Gubernur tetapi kenyataanya tidak pernah berhasil mengawasi kendati dengan UU BI yang baru. Para Komisaris BI bahkan sempat dahulu mengadu ke Presiden ihwal kesulitan ini dan hasilnya pengawasan BI tetap saja tidak dapat terlaksana dengan baik dan tidak terawasi. Itu sebabnya Wakil Presiden Jusuf Kalla salah seorang pejabat tinggi yang sangat tidak mempercayai fungsi pengawasan Bank Indonesia.</p>
<p>Sebagai pencetak uang dan pengendali stabilitas moneter memang kekuasaannya sangat besar. Besarnya kekuasaan ini disebabkan adanya UU BI yang diperbaharui setelah era reformasi dimana waktu itu Presiden BJ Habibie tidak mau menyentuh kekuasaan BI karena untuk meningkatkan keindependenannya. Kebijakan ini sangat tepat waktu itu karena era ordebaru BI tidak lebih hanya sebagai salah satu Dirjen dibawah Menteri Keuangan. Saat itu ketua Dewan Stabilitas Moneter dijawab oleh Menteri Keuangan maka mau tidak mau BI hanya sebagai salah satu pelaksana kebijakan moneter. Dampaknya waktu itu adalah karena kekuasaan pemerintah sangat kuat maka kebijakan moneter tertinggal akibat intervensi pemerintah Orde Baru sehingga BI merasa tidak selalu bertanggungjawab kepada fungsi nya termasuk pengawasan bank. Krisis Perbankan tahun 1997/1998 dinilai oleh BI sebagai konsekwensi sikap ketidak independenan BI karena intervensi Departemen Keuangan. Bobolnya industri perbankan yang membebani rakyat sampai saat ini mencapai hampir Rp. 1000 triltyun tidak bisa dilepaskan dari ketidak efektifan pengawasan BI atas indutri perbankan di Indonesia.</p>
<p>Kasus Bank Century adalah kasus lain yang lebih fatal dalam konteks ketidak efektifan pengawasan Bank Indonesia. Bukan saja orang luar Anwar Nasution sendiri mengakui bahwa proses pendirian bank baru, akuisisi, merger yang merupakan urusan Bank Indonesia terbukti tidak pas sehingga melahirkan bank bank gagal seperti bank Global, Bank Century dan sebagainya. Dalam kasus ini BI seolah bukan pengawasan lagi tetapi seolah berfungsi sebagai konsultan pemilik bank untuk bisa menyesuaikan diri dengan ketentuan BI untuk membobol uang negara. Apakah dalam situasi rendahnya kepercayaan masyarakat terhadap efektifitas pengawasan BI ini masih layak pengawasan Bank diserahkan kepada BI gagal? Jawabannya jelas tidak.</p>
<p>OJK merupakan pilihan lain yang bisa berhasil bisa gagal. Namun BI jelas selama 65 tahun ini dapat dikatakan gagal menjamin risiko kerugian akibat kesalahan atau ketidak efektifan pengawasananya. Banyak kerugian rakyat lahir karena kesalahan BI yang tidak pernah dievaluasi dan ditegur oleh pengawasan atau DPR. BI melenggang dengan kantor mewahnya dan selalu merasa terbaik, hebat karena kekuasaan regulasi dan pengawasan yang diembannya dalam satu tangan. Kantor besar mewah dan terluas di Asia (menurut salah seorang mantan Direktur BI), dengan anggaran besar tanpa sistem pengawasan dan proses pertanggungjawaban publik tentu tidak akan bisa menularkan tata kelola pemerintahan yang baik atau good governance kepada pihak lain yang diawasinya.</p>
<p>Industri perbankan saat ini dalam masa panca roba dan at cross road. Sistem keuangan dan perbankan di USA sedang diuji untuk memastikan keamanan dana publik yang ada dalam kekuasaannya. Beberapa kesimpulan pertemuan lembaga internasional khsusunya G-20 mengharapkan dunia bisa menciptakan sistem keuangan yang lebih memiliki tata kelola yang baik, transparan dan akuntabel.</p>
<p>Oleh karena itu maka dapat kita simpulkan bahwa menghadapi tantangan global saat ini dan kenyataan prestasi BI selama ini kita semakin yakin bahwa negara kita  membutuhkan pengawasan bank yang transparan, akuntabel dengan good governance yang baik, efektif dan efisien. Sifat sifat dan hasil yang dipersembahkan pengawasan BI selama ini tidak memungkinkan kita mendapatkan sistem pengawasan perbankan yang aman. Industri perbankan yang sangat riskan, fulatile dengan pengaruh sistem keuangan global tidak bisa kita bermain dan mencoba coba lagi. Sesuai UU maka pengawasan jasa keuangan termasuk pengawasan industri perbankan serahkan ke OJK dengan aturan aturan yang semakin ketat, akuntabel, transpaan, good governance dengan menjadikan pengalaman buram yang dipersembahkan oleh Bank Indonesia yang gagal itu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sofyan.syafri.com/2010/03/05/pengawasan-bank-bank-indonesia-vs-ojk/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Sistem Kapitalis dan Konvensional Gagal Tumbuhkan Ekonomi yang Makmur dan Merata</title>
		<link>http://sofyan.syafri.com/2010/03/03/sistem-kapitalis-dan-konvensional-gagal-tumbuhkan-ekonomi-yang-makmur-dan-merata/</link>
		<comments>http://sofyan.syafri.com/2010/03/03/sistem-kapitalis-dan-konvensional-gagal-tumbuhkan-ekonomi-yang-makmur-dan-merata/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Mar 2010 08:27:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Economics]]></category>

		<category><![CDATA[analisa]]></category>

		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>

		<category><![CDATA[ekonomi kapitalis]]></category>

		<category><![CDATA[Ekonomi Syariah]]></category>

		<category><![CDATA[harahap]]></category>

		<category><![CDATA[IEF]]></category>

		<category><![CDATA[IEF Trisakti]]></category>

		<category><![CDATA[konvensional]]></category>

		<category><![CDATA[padangsidempuan]]></category>

		<category><![CDATA[Prof. Dr. Sofyan Syafri Harahap]]></category>

		<category><![CDATA[sofyan]]></category>

		<category><![CDATA[syafri]]></category>

		<category><![CDATA[Trisakti]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sofyan.syafri.com/?p=164</guid>
		<description><![CDATA[P.Sidimpuan, (Analisa)
Sistem ekonomi kapitalis yang selama ini diyakini mampu mengatasi berbagai permasalah ekonomi, ternyata tidak dapat mewujudkan kemakmuran yang merata khususnya bagi rakyat Indonesia.
Demikian disampaikan Guru Besar Universitas Trisakti Profesor Sofyan Syafri Harahap dalam seminar nasional di Auditorium Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Padangsidimpuan, Kamis (17/12).
Dikatakan, ada beberapa faktor yang menyebabkan kegagalan ini diantaranya, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>P.Sidimpuan, (Analisa)</p>
<p>Sistem ekonomi kapitalis yang selama ini diyakini mampu mengatasi berbagai permasalah ekonomi, ternyata tidak dapat mewujudkan kemakmuran yang merata khususnya bagi rakyat Indonesia.</p>
<p>Demikian disampaikan Guru Besar Universitas Trisakti Profesor Sofyan Syafri Harahap dalam seminar nasional di Auditorium Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Padangsidimpuan, Kamis (17/12).</p>
<p>Dikatakan, ada beberapa faktor yang menyebabkan kegagalan ini diantaranya, sistem ekonomi kapitalis dibangun atas dasar pemikiran manusia yang mempunyai keterbatasan, sifat pemaksaan (liberal) dan mengikuti kebutuhan pasar tanpa memperdulikan halal dan haram.<br />
<span id="more-164"></span><br />
&#8220;Ketiga unsur tersebut merupakan sebagian faktor penting yang menyebabkan sistem kapitalis gagal dalam menumbuhkan perekonomian yang merata dan berkeadilan, &#8220;ujar Syafri.</p>
<p>Selain gagal menumbukan ekonomi yang makmur dan merata kata Safri dampak dari sistem ekonomi kapitalis ini juga berimbas pada kerusakan lingkungan global yang terjadi saat ini.</p>
<p>&#8220;Kerusakan lingkungan global yang kita rasakan ini, juga merupakan pengaruh dari sistem ekonomi kapitalis yang menjadikan manusia tergantung terhadap harta tak terbatas, &#8220;katanya.</p>
<p>Ditambahkannya, sistem ekonomi kapitalis dan konvensional merupakan sistem syetan karena dalam kapitalis diperbolehkan mencapai tujuan dengan cara apapun asalkan mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya.</p>
<p>&#8220;Serakah itukan sifat setan, dan sistem kapitalis mendorong manusia untuk mendapatkan harta yang tak terbatas, itukan sama saja sifat syetan, &#8220;katanya.</p>
<p>Prof Syafri mengatakan, mengacu pada kegagalan sistem ekonomi kapitalis dan konfensional itu sudah saatnya masyarakat dunia dan khususnya Indonesia menerapkan sistem ekonomi syariah yang telah menunjukkan keberhasilannya menciptakan kemakmuran dan perekonomian masyarakat yang merata.</p>
<p>Dijelaskan, kemampuan sistem ekonomi syariah menumbuhkan kemakmuran dan kemerataan , dikarenakan sistem ini merupakan bimbingan Tuhan (nash-nash ilaiyah) yang berkoalsi dengan pemikiran manusia.</p>
<p>&#8220;Mari selamatkan perekonomian dunia dengan sitem ekonomi syariah karena sistem ini berasal dari Allah SWT, &#8220;terangnya.</p>
<p>Hal senada juga dikatakan Deputi Perbankan Syariah Bank Indonesia Dr. Mulia E Siregar. &#8220;Sistem ekonomi syariah merupakan jawaban dari krisis ekonomi global yang terjadi saat ini, &#8220;katanya.</p>
<p>Dikatakan, krisis global yang terjadi ini, diakibatkan sistem kapitalis yang mengajarkan manusia untuk bersikap tamak yaitu menguasai harta tanpa batas.</p>
<p>Dalam makalahnya Dr Mulia juga memaparkan perkembangan pesat perbankan Syariah yang telah menjadi trend global saat ini, karena dinilai sangat memberi manfaat bagi perekonomian negara.</p>
<p>Sementara Prof Amiur Nuruddin MA dalam pemaparan makalahnya lebih menitikberatkan pada ekonomi Islam upaya mewujudkan kesejahteraan sejati.</p>
<p>Prof Amiur juga mengupas tuntas tentang sejarah perkembangan ekonomi dunia serta terjadinya krisis nilai kemanusiaan.</p>
<p>Seminar ini juga menampilkan Kepala Bank Sumut Gus Irawan Pasaribu sebagai nara sumber dan mediator dosen ekonomi Islam STAIN P.Sidimpuan Darwis M.Si.</p>
<p>Acara seminar nasional ini dibuka Ketua STAIN Padangsimpuan Profesor Baharuddin Hasibuan. Peserta seminar terdiri dari Masyarakat Ekonomi Syariah, civitas akademik STAIN, mahasiswa dan pemerhati ekonomi.</p>
<p>Hadir dalam acara itu, Muspida dan Muspida plus Kota Padangsidimpuan, Tapanuli Selatan, Padang Lawas Utara dan Padang Lawas serta sejumlah wadah dan organisasi kepemudaan. (hih)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sofyan.syafri.com/2010/03/03/sistem-kapitalis-dan-konvensional-gagal-tumbuhkan-ekonomi-yang-makmur-dan-merata/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Rekrutmen Pimpinan ala Demokrasi</title>
		<link>http://sofyan.syafri.com/2010/02/19/rekrutmen-pimpinan-ala-demokrasi/</link>
		<comments>http://sofyan.syafri.com/2010/02/19/rekrutmen-pimpinan-ala-demokrasi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Feb 2010 02:46:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Others]]></category>

		<category><![CDATA[Demokrasi]]></category>

		<category><![CDATA[harahap]]></category>

		<category><![CDATA[IEF]]></category>

		<category><![CDATA[IEF Trisakti]]></category>

		<category><![CDATA[pimpinan]]></category>

		<category><![CDATA[rekrutmen]]></category>

		<category><![CDATA[rekrutmen pimpinan ala demokrasi]]></category>

		<category><![CDATA[sofyan]]></category>

		<category><![CDATA[sofyan syafri harahap]]></category>

		<category><![CDATA[syafri]]></category>

		<category><![CDATA[Trisakti]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sofyan.syafri.com/?p=162</guid>
		<description><![CDATA[Banyak sistem sosial yang kita anut sekarang ini diambil dari praktik zaman sebelum Masehi (BC) dengan modifikasi di sana-sini yang disesuaikan dengan budaya zaman awal peradaban yang diterapkan di dunia Barat. Dengan kemajuan ilmu dan teknologi yang diklaim diawali di Barat maka berdampak pada penguasaan Barat terhadap dunia termasuk dunia ketiga. Dunia ketiga menjadi sumber [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Banyak sistem sosial yang kita anut sekarang ini diambil dari praktik zaman sebelum Masehi (BC) dengan modifikasi di sana-sini yang disesuaikan dengan budaya zaman awal peradaban yang diterapkan di dunia Barat. Dengan kemajuan ilmu dan teknologi yang diklaim diawali di Barat maka berdampak pada penguasaan Barat terhadap dunia termasuk dunia ketiga. Dunia ketiga menjadi sumber bahan mentah sekaligus menjadi pasar komoditas, produk, dan jasa yang diproduksikan Barat serta penguasaan politik dan ekonomi. Penguasaan dan hegemoni Barat atas Timur/dunia ketiga ini kendatipun secara de jure sudah terbebas atau sudah merdeka, dalam kenyataannya secara de facto<span id="more-162"></span><br />
penguasaan ekonomi politik itu masih berlangsung dalam berbagai bentuk dan sistem yang dipelihara baik oleh Barat maupun oleh pemimpin yang menguasai dunia ketiga saat ini. Pemimpin dunia ketiga itu sadar atau tak sadar menjadi komprador Barat.</p>
<p>*** Barat itu bukan hanya memiliki sistem ekonomi dan politik yang dijual atau dibawanya baik di awal kolonialismenya maupun dibawa dan ikut kemudian. Tetapi yang jelas yang dibawanya adalah paket ekonomi sosial budaya yang untuk mudahnya kita sebut saja ideologi. Ideologi Barat inilah yang kita ikuti baik dalam tata cara bernegara, berekonomi, maupun berbudaya. Dan oleh Barat dengan surplus kekayaan yang dimilikinya, ideologinya (demokrasi, liberalisme, kapitalisme, dan sekularisme) itu dianggap merupakan puncak pencapaian prestasi manusia atau the end of history minimal oleh Francis Fukuyama. Dan banyak di antara kita sangat membangga-banggakannya dan menjadi<br />
salemen, pendukung, dan praktisi ideologi demokrasi liberal ini.</p>
<p>Dunia Barat sendiri ideologi ini sudah menganggapnya sebagai barang final yang harus diikuti seluruh umat manusia dan dunia. Itulah yang terbaik untuk manusia jika ingin menjadi maju dan modern. Oleh karena itu, semua akal, semua, unsur, kekuatan, termasuk kekuasaan teknologi, ilmu pengetahuan, fasilitas pendidikan, keuangan, dana bantuan, donor, dan lain sebagainya, ideologi itu selalu dijadikan dasar dan persyaratan untuk diberikan kepada dunia ketiga. Bahkan semua kerangka perjanjian yang ada di berbagai badan dunia termasuk PBB serta organisasi di bawahnya, IMF, World Bank, dan sebagainya harus tunduk pada kerangka ideologi tadi. Perjanjian IMF, misalnya, mewajibkan anggotanya untuk tidak menggunakan sistem moneter yang menggunakan dasar emas, anggota IMF wajib mengikuti sistem moneter fiat money kendatipun sistem ini jelas-jelas merugikan dunia ketiga. PBB memberikan hak veto kepada 5 negara tertentu tanpa melihat kepentingan ratusan kepentingan dunia ketiga. Tentu kalau diamati masih banyak lagi ketentuan yang merugikan hak-hak dan kemajuan dunia ketiga yang diaminkan pemimpinnya. Ini berarti dunia ketiga sudah harus mulai berpikir apakah masih mau menjadi korban ideologi dunia Barat? Mari kita kaji salah satu yang dibangga-banggakan itu, demokrasi.</p>
<p>*** Demokrasi berarti pemerintahan atau pemimpin atau eksekutif ditentukan oleh rakyat. Demokrasi sekarang ini berawal dari zaman Yunani, yang dalam memilih pemimpinnya seluruh rakyat berkumpul di suatu tempat serta dengan bebas mengeluarkan pendapat dan pilihan pemimpinnya.<br />
Untuk menjaga agar pemimpin ini berjalan dengan baik tidak otoriter atau korup. John Acton meyakinkan kita bahwa power tends to corrupt and absolute power corrupt absolutely (kekuasaan cenderung menyalahgunakan wewenang dan jika pemilik kekuasaan tidak diawasi maka pasti melakukan penyalahgunaan wewenangnya). Dari situasi ini maka muncul ide Montesque munculnya tiga badan independen yang menjalankan kewajiban sosial secara sendiri-sendiri tanpa saling melakukan intervensi, yaitu eksekutif, yudikatif, dan legislatif. Konsep pemilihan pemimpin (khususnya eksekutif) kemudian muncul menjadi berbagai variasi melalui lembaga &#8216;partai politik&#8217; yang dianggap sebagai penampung aspirasi rakyat, atau melalui perwakilan yang akan duduk di lembaga parlemen yang akan mewakili rakyat sekaligus memilih atau mengawasi pemimpinnya.</p>
<p>Kalau dahulu di Indonesia kekuasaan itu sangat terpusat di tangan dan di sekitar Presiden, setelah Indonesia mengalami reformasi maka kekuasaan ini terbagi dan saat ini tampaknya terpusat di parlemen (partai politik) dan presiden. Saat ini kita telah memiliki metode pemilihan pemimpin yang kita nilai sangat demokratis melalui pemilihan umum yang diikuti oleh partai politik. Jadi ada peran atau dominasi partai politik (dan presiden) dalam memilih pemimpin seperti presiden, gubernur, bupati, wali kota, bahkan Gubernur dan Deputi Gubernur BI, Panglima TNI, Kapolri, KPU, KPK, Komnas HAM, Komisi Yudisial, Hakim Agung, komisi-komisi lain dan sebagainya. Pertanyaannya sekarang yang muncul, apakah parlemen yang demikian berkuasa yang mewakili kepentingan rakyat benar-benar tidak terdistorsi sesuai dengan paradigma yang dikemukakan John Acton di atas? Power tends to corrupt?</p>
<p>*** Dari berbagai fakta yang kita lihat, ternyata situasi yang kita alami saat ini memang seolah membenarkan tesis John Acton. Bahkan salah satu temuan Transparency International pernah mengemukakan bahwa partai politik merupakan lembaga yang paling korup, belakangan peradilan termasuk kejaksaan (yudikatif), dan kepolisian. Terakhir dalam proses pencalonan Gubernur DKI terungkap betapa besar dana yang harus dibayarkan untuk bisa menjadi calon wakil gubernur saja. Indonesia Corruption Watch juga menemukan aliran dana (korupsi) dari BI ke DPR dalam berbagai maksud. Dalam beberapa bulan belakangan ini banyak sekali pemimpin sebagai hasil proses yang dilakukan melalui pilkada yang disaring dari partai politik ternyata terbukti korupsi. Tanpa melakukan generalisasi, bukan tidak mungkin berbagai proses pemilihan pemimpin kemungkinan besar sudah terdistorsi dengan uang atau money politic, idealisme rekrutmen pemimpin sebagaimana yang kita kenal saat ini ternyata sudah terdistorsi karena kesalahan sistem dan terlalu besarnya kekuasaan legislatif yang dikuasai partai politik.<br />
Ini membuktikan bahwa klaim demokrasi yang dianggap sebagai model ideal dalam rekrutmen pemimpin tidak berlaku di Indonesia.</p>
<p>Keadaan ini ternyata terbaca oleh Mahkamah Konstitusi dengan membuka peluang calon perseorangan (tanpa melalui partai politik) untuk menjadi peserta pemilihan gubernur, bupati, dan wali kota, yang mengoreksi UU No 32 tentang Pemerintahan Daerah. Keputusan ini tentu patut dipuji karena akan mengurangi distorsi demokrasi yang terjadi saat ini. Dan seyogianya keadaan ini akan berlaku juga untuk pemilihan presiden. Namun sebagaimana sifat manusia yang haus atau yang ingin mempertahankan kekuasaan, proses pemberian peluang bagi calon perseorangan ini pasti akan dihalangi oleh berbagai cara oleh partai politik yang memegang kekuasaan dalam rekrutmen pemimpin saat ini.<br />
Hanya dengan tekanan rakyat yang terus-menerus oleh rakyat yang masih memiliki idealismelah, proses demokrasi yang sesungguhnya akan dapat kita wujudkan di negara tercinta ini. Proses rekrutmen pemimpin merupakan agenda rakyat yang harus kita cari metodenya yang sesuai dengan ideologi, budaya, dan sifat bangsa kita. Dan tidak harus sama dengan apa yang diklaim berhasil di tempat lain, misalnya di Barat. Di negara feodalis dengan peran oknum, pemimpin sangat dominan, maka sudah selayaknya pemimpin kita khususnya elite partai politik yang menguasai kekuasaan ini sekarang menyadari kerentanan penyalahgunaan kekuasaannya atau abuse of power-nya demi mewujudkan bangsa yang maju berakhlak dan bebas korupsi di tengah globalisasi yang tingkat kompetisinya semakin tajam.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sofyan.syafri.com/2010/02/19/rekrutmen-pimpinan-ala-demokrasi/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Paper Dr. Abul Hasan dan Prof. Dr. Sofyan Syafri Harahap, diterima di IRTI Jakarta Conference</title>
		<link>http://sofyan.syafri.com/2010/02/18/paper-dr-abul-hasan-dan-prof-dr-sofyan-syafri-harahap-diterima-di-irti-jakarta-conference/</link>
		<comments>http://sofyan.syafri.com/2010/02/18/paper-dr-abul-hasan-dan-prof-dr-sofyan-syafri-harahap-diterima-di-irti-jakarta-conference/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Feb 2010 06:04:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Others]]></category>

		<category><![CDATA[abul hasan]]></category>

		<category><![CDATA[harahap]]></category>

		<category><![CDATA[IEF]]></category>

		<category><![CDATA[IEF Trisakti]]></category>

		<category><![CDATA[irti irti conference]]></category>

		<category><![CDATA[sofyan]]></category>

		<category><![CDATA[sofyan syafri harahap]]></category>

		<category><![CDATA[syafri]]></category>

		<category><![CDATA[trisaktu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sofyan.syafri.com/?p=161</guid>
		<description><![CDATA[Puji syukur kita ucapkan kepada Allah SWT, beserta junjungan Nabi besar Muhammad SAW, bahwa paper yang dikolaborasikan antara Dr. Abul Hasan dengan Prof. Dr. Sofyan Syafri Harahap, diterima di IRTI Jakarta Conference. Semoga ini dapat menjadikan kita motivasi untuk dapat berprestasi dan memajukan ekonomi syariah dibumi Allah SWT, Amien.
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span><span style="font-size: x-small;">Puji syukur kita ucapkan kepada Allah SWT, beserta junjungan Nabi besar Muhammad SAW, bahwa paper yang dikolaborasikan antara Dr. Abul Hasan dengan Prof. Dr. Sofyan Syafri Harahap, diterima di IRTI Jakarta Conference<span>. Semoga ini dapat menjadikan kita motivasi untuk dapat berprestasi dan memajukan ekonomi syariah dibumi Allah SWT, Amien.</span></span></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sofyan.syafri.com/2010/02/18/paper-dr-abul-hasan-dan-prof-dr-sofyan-syafri-harahap-diterima-di-irti-jakarta-conference/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Masa Depan Golkar setelah peluncuran Ormas Nasional Demokrat</title>
		<link>http://sofyan.syafri.com/2010/02/17/masa-depan-golkar-setelah-peluncuran-ormas-nasional-demokrat/</link>
		<comments>http://sofyan.syafri.com/2010/02/17/masa-depan-golkar-setelah-peluncuran-ormas-nasional-demokrat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Feb 2010 07:35:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Others]]></category>

		<category><![CDATA[demokrat]]></category>

		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>

		<category><![CDATA[Ekonomi Syariah]]></category>

		<category><![CDATA[golkar]]></category>

		<category><![CDATA[harahap]]></category>

		<category><![CDATA[IEF]]></category>

		<category><![CDATA[IEF Trisakti]]></category>

		<category><![CDATA[ormas nasional demokrat]]></category>

		<category><![CDATA[politik]]></category>

		<category><![CDATA[sofyan]]></category>

		<category><![CDATA[sofyan syafri harahap]]></category>

		<category><![CDATA[syafri]]></category>

		<category><![CDATA[Trisakti]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sofyan.syafri.com/?p=160</guid>
		<description><![CDATA[Sofyan S Harahap
FE Universitas Trisakti
Golkar adalah partai besar. Kebesarannya sukar dibantah baik karena dia memiliki SDM yang memiliki pengalaman dan kualitas kompetensinya dalam mengelola pemerintahan dan manajemen politik. Dapat dipastikan selama 32 tahun Soeharto berkuasa SDM Golkar menikmati proses pelatihan elite politik menjadi calon manajemen politik dan pemerintahan. Kader Golkar bisa berasal dari TNI, Kepolisian, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sofyan S Harahap<br />
FE Universitas Trisakti</p>
<p>Golkar adalah partai besar. Kebesarannya sukar dibantah baik karena dia memiliki SDM yang memiliki pengalaman dan kualitas kompetensinya dalam mengelola pemerintahan dan manajemen politik. Dapat dipastikan selama 32 tahun Soeharto berkuasa SDM Golkar menikmati proses pelatihan elite politik menjadi calon manajemen politik dan pemerintahan. Kader Golkar bisa berasal dari TNI, Kepolisian, Korps Pegawai Republik Indonesia atau birokrat, serta kader Partai dan ormas ormas dibawahnya seperti SOKSI, Kosgoro, dan MKGR. Tentu daftar ini akan bisa lebih panjang lagi jika dimasukkan ormas ormas pendukung lainnya seperti ormas keagamaan yang bergabung dalam payung Golkar. <span id="more-160"></span>Kenyataan ini bisa mendukung fakta yang ada saat ini bahwa tokoh tokoh partai yang ada saat ini baik besar maupun kecil tidak bisa lepas dari tokoh pendiri, pengurus, intervensi atau campur tangan orang Golkar. Bahkan  termasuk Presiden SBY sendiri bisa digolonkan sebagai tokoh Golkar.</p>
<p>Di Partai Demokrat  bertabur kader lama Golkar, bahkan tokoh controversial Ruhut Sitompul dalam salah satu siding Pansus yang memeriksa Jusuf Kala mantan Ketua Umum Golkar mengumumkan dengan bangga (suatu keanehan) bahwa ia adalah kader Golkar. Di partai PDI-P, Partai Hanura, dan partai lainnya dapat dipastikan ada kader Golkar baik nasional maupun local. Sumber kader partai yang baru berdiri umumnya adalah mereka yang kecewa, aspirasinya tidak tertampung di Golkar dan dengan dana yang ada mereka melakukan kegiatan sempalan dengan cara mendirikan partai politik baru. Fenomena ini jugalah yang terjadi dari peluncuran organisasi masyarakat Nasional democrat. Bagaimana peluang  ormas ini dalam pemilu 2014?</p>
<p>Terlepas dari siapa tokoh deklarator namun tidak bisa dibantah bahwa inisiator adalah Surya Paloh. Sebagaimana diketahui bahwa tokoh Surya Paloh adalah mantan Ketua Dewan Penasehat Golkar yang kalah bersaing dengan Aburizal Bakri pada Munas Golkar yang baru lalu. Ini menjadi satu alas an mengapa orang menilai keberadaan Nasional Demokrat ini adalah sedikit banyaknya dampak dari kekalahan itu paling tidak karena Surya Paloh tidak bisa lagi berkiprah dengan leluasa di Partai Golkar. Partai sempalan selalu lahir dari kekalahan dalam suatu partai. Contohnya sudah banyak misalnya sempalan dari Partai Golkar, PDI-P,  PPP, bahkan di PKB. Partai sempalan ini akan terus terjadi selama kedewasaan berdemokrasi dan berpolitik kita belum sematang seperti yang terjadi di Barat serta system politik yang masih bersifat mengambang dan tidak tegas. Kekalahan kelompok Surya Paloh yang sudah mngkristalkan dirinya ke Nasional Demokrat akan menjadi suatu partai yang bisa saja mengancam kekuasaan dan dominasi Golkar nantinya. Bagaimana hal ini terjadi sangat tergantung dari perilaku dan sikap elite politik dalam hari hari ini dan seterusnya merespons situasi politik nasional.</p>
<p>Ormas Nasional Demokrat adalah cetusan dan bentuk kegusaran terhadap pemerintahan SBY yang dinilai lamban dalam menyelesaikan masalah nasional. Sikap SBY yang lamban, berfikir terus, menimbang nimbang terus, dirasakan sebagai biaya bagi bangsa. Kelambanan beliau dalam mengatasi kasus Bank Century, Bibit Chandra, KPK adalah bukti bahwa kebijakan dan gaya kepemimpinannya sebenarnya bukan menghasilkan asset bagi bangsa tetapi justru menyita energi bangsa dan terbuang percuma atas “cost” atau beban nasional tanpa perlu memberikan pertanggungjawaan publik kepada rakyat. Memang gaya dan sikap ini sudah dikenal dari sejak beliau menjadi tokoh dalam elite politik nasional. Namun karena beliau dibentengi dan ditopang oleh kelincahan, kecepatan, paragmatisme M Jusuf Kalla maka sedikit banyaknya kelemahan itu tertutupi. Keretakan keduanya dalam panggung politik selama pemerintahan SBY – JK tidak terjadi karena posisi JK sebagai Ketua Umum Golkar yang menguasai permainan di Parlemen atau DPR tidak bisa diabaikan SBY.</p>
<p>Kebutuhan beliau sekaliber JK untuk menutupi kelemahannyan tidak difikirkannya dalam pemilihan Pilpres 2009. Karena ilmu sosiologis politik yang diketahuinya membuat dia yakin bahwa kepopulerannya akan bisa menjamin siospapun tokoh yang dipilihnya akan menjadi nomor jadi apalagi dia sendiri adalah Presiden incumbent. Akhirnya kepentingan kekuasaan pribadi dan kelompoknya lah yang menjadi pertimbangan dan jadilah pilihan ke pundak Boediono yang tidak memiliki kemungkinan  dan potensi menjadi matahari kembar. Dan pada saat yang sama bukan menjadi penolong atau penopang kekuasaanya tetapi justru penggerogotnya. Terbukti setelah masa bulan madu berakhir bangsa kita meriang dan kepopuleran SBY menjadi menurun drastic dan ketidak puasan masyarakat dan khususnya intelektual semakin membesar apalagi dengan munculnya kasus besar: Antasati, Bank Century, Bibit Chandra, Prita, dan kasus orang kecil masuk pengadilan, pembelian mobil mewah, kenaikan gaji, dan pembelian pesawat Kepresidenan. Saat ini Golkar menjadi underbow SBY atau Partai Demokrat dibawah kepemimpinan Aburizal Bakri dan si petualang Akbar Tanjung. Dalam situasi demikian bagaimana masa depan Golkar?</p>
<p>Dapat dipastikan bahwa situasi saat ini sangat menusuk dan membuat Golkar berada di ujung tanduk kekuasaannya. Penggembosan Partai Golkar ini akan berasal dari beberapa front: (1) Penggembosan Nasional Demokrat;  (2) Penggembosan Partai Politik lainnya yang didirikan tokoh Golkar (3) sikap poitiknya dibawah tekanan dan ketiak SBY dan Demokrat. Untuk yang terakhir ini “sikap politik Golkar” dibawah baying baying koalisi pengaruhnya sangat besar dalam pengkerdilan peran Golkar nantinya. Sikap masyarakat yang sangat kritis terhadap kebijakan pemerintah yang tidak popuploer akan mengenai Golkar jika ia tetap menjadi pengekor dan selalu mengamini sikap Pemerintah, SBY atau Partai Demokrat. Sikap Golkar yang kritis sesuai hati nurani rakyat sejauh ini di Pansus jika bisa dipertahankan akan bisa menjadi modal penting dalam mengangkat jati dirinya sebagai partai yang survive, bahkan akan lebih baik lagi jika ia meninggalkan koalisi dan menjadi oposisi sehingga target 2014 dapat disiapkan lebih matang. Jika Golkar bisa mampu menjadi partner PDI-P dan berkoalisi dalam oposisi kritis maka dapat dipastikan bahwa kemenangan Pemilu tahun 2014 akan ditentukan kedua partai besar ini. Namun jika peluang ini tidak diambil Golkar tetapi diambil oleh Ormas (Partai) Nasional Demokrat yang memang sudah dirintis Surya Paloh selama ini maka dapat dipastikan Partai Golkar akan hanya bertahan sampai 2019 dan akhirnya akan masuk museum partai Politik. Partai Demokrat sendiri jika tetap hanya mengawal SBY – Boediono yang lamban dan penuh perhitungan tidak akan bisa menjadi partai masa depan apalagi tingkat melek politk dan penguasaan informasi rakyat yang semakin terbuka.  Wallhu ‘alam bissawab.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sofyan.syafri.com/2010/02/17/masa-depan-golkar-setelah-peluncuran-ormas-nasional-demokrat/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Ketua Program IEF Trisakti di Undang Sebagai Pembicara</title>
		<link>http://sofyan.syafri.com/2010/02/16/ketua-program-ief-trisakti-di-undang-sebagai-pembicara/</link>
		<comments>http://sofyan.syafri.com/2010/02/16/ketua-program-ief-trisakti-di-undang-sebagai-pembicara/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Feb 2010 07:48:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Economics]]></category>

		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>

		<category><![CDATA[harahap]]></category>

		<category><![CDATA[IEF]]></category>

		<category><![CDATA[IEF Trisakti]]></category>

		<category><![CDATA[padangsidempuan]]></category>

		<category><![CDATA[prodi]]></category>

		<category><![CDATA[prodi ekonomi syariah]]></category>

		<category><![CDATA[program studi]]></category>

		<category><![CDATA[sofyan]]></category>

		<category><![CDATA[sofyan syafri harahap]]></category>

		<category><![CDATA[syafri]]></category>

		<category><![CDATA[Syariah]]></category>

		<category><![CDATA[tapanuli selatan]]></category>

		<category><![CDATA[tapsel]]></category>

		<category><![CDATA[Trisakti]]></category>

		<category><![CDATA[Universitas Graha Nusantara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sofyan.syafri.com/?p=159</guid>
		<description><![CDATA[Dalam rangka pembukaan program studi Ekonomi Islam Prof. Dr. Sofyan Syafri Harahap diundang menjadi pembicara dalam seminar yang diadakan untuk melaunching program studi Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan, Tapanuli Selatan. Pada tanggal 17 Maret 2010, pembicara lain Gus Irawan Dirut Bank Sumut. Hal ini menunjukan kepada kita semua bahwa geliat ekonomi syariah terus maju dan berkembangn [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: x-small;">Dalam rangka pembukaan program studi Ekonomi Islam Prof. Dr. Sofyan Syafri Harahap diundang menjadi pembicara dalam seminar yang diadakan untuk melaunching program studi Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan, Tapanuli Selatan. Pada tanggal 17 Maret 2010, pembicara lain Gus Irawan Dirut Bank Sumut. Hal ini menunjukan kepada kita semua bahwa geliat ekonomi syariah terus maju dan berkembangn sampai pelosok tanah air Indonesia.</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sofyan.syafri.com/2010/02/16/ketua-program-ief-trisakti-di-undang-sebagai-pembicara/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Paper Prof. Dr. Masudul Alam Choudhury Dan Prof. Dr. Sofyan Syafri Harahap</title>
		<link>http://sofyan.syafri.com/2010/02/16/paper-prof-dr-masudul-alam-choudhury-dan-prof-dr-sofyan-syafri-harahap/</link>
		<comments>http://sofyan.syafri.com/2010/02/16/paper-prof-dr-masudul-alam-choudhury-dan-prof-dr-sofyan-syafri-harahap/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Feb 2010 07:45:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Economics]]></category>

		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>

		<category><![CDATA[Ekonomi Syariah]]></category>

		<category><![CDATA[harahap]]></category>

		<category><![CDATA[harvard law school]]></category>

		<category><![CDATA[harvard university]]></category>

		<category><![CDATA[IEF]]></category>

		<category><![CDATA[IEF Trisakti]]></category>

		<category><![CDATA[masudul alam choudhury]]></category>

		<category><![CDATA[sofyan]]></category>

		<category><![CDATA[sofyan syafri harahap]]></category>

		<category><![CDATA[syafri]]></category>

		<category><![CDATA[Syariah]]></category>

		<category><![CDATA[Trisakti]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sofyan.syafri.com/?p=158</guid>
		<description><![CDATA[Puji syukur kita ucapkan kepada Allah SWT, beserta junjungan Nabi besar Muhammad SAW, bahwa paper yang dikolaborasikan antara Prof. Dr. Masudul Alam Choudhury dengan Prof. Dr. Sofyan Syafri Harahap, diterima di The Ninth Harvard University Forum on Islamic Finance hosted by Harvard Law School’s Islamic Finance Project, akan dilaksanakan di Austin Hall, Harvard Law School in [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span><span style="font-size: x-small;">Puji syukur kita ucapkan kepada Allah SWT, beserta junjungan Nabi besar Muhammad SAW, bahwa paper yang dikolaborasikan antara Prof. Dr. Masudul Alam Choudhury dengan Prof. Dr. Sofyan Syafri Harahap, diterima di The Ninth Harvard University Forum on Islamic Finance <span>hosted by Harvard Law School’s Islamic Finance Project, akan dilaksanakan di Austin Hall, Harvard Law School in Cambridge, Massachusetts tanggal 27- 28 Maret, 2010. Semoga ini dapat menjadikan kita motivasi untuk dapat berprestasi dan memajukan ekonomi syariah dibumi Allah SWT, Amien.</span></span></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sofyan.syafri.com/2010/02/16/paper-prof-dr-masudul-alam-choudhury-dan-prof-dr-sofyan-syafri-harahap/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
